Virus Posesif

Standard

BszneUnCAAAaBvz

 

Sungguh kasian sekali cowok yang dirantai lehernya sama pasangannya. Mau ngumpul sama teman-temannya aja nggak bisa. Si cewek nggak melarang sih, cuma gak suka aja kalo cowoknya pergi tanpa dia. Kalo beneran pergi, si ceweknya bakal bete. Kalo udah bete, si cewek bakal gangguin acara nongkrong cowoknya, nyariin via chat atau nelpon nanyain kapan pulang. Kalo udah ngeliat ceweknya bete begitu, nongkrong jadi gak fun. Si cowok pamit deh sama teman-temannya, pulang cepat.

“Sorry, bro, gue balik dulu.. | Yaelah, baru jam segini! | Bini nyariin, udah ngoceh-ngoceh.. | Potong aja titit loe, bro!”

Salah satu tanggapan cewe:
“Kalo udah nikah ya harus tau waktu. Karena teman sampe tua nanti ya pasangan kita bukan anak2 kita atau teman2 masa muda kita.

Saya: Lah justru karena bakal bareng seumur hidup, rasanya gapapa kalo sesekali nongkrong bareng teman sampe larut malam.

 

Si cewek gak rela kalo dia bengong sendirian di rumah sementara cowoknya hahahihi di luar, tapi kalo diajak juga males. Kasian nya lagi si cowo udah belain pulang cepat sampai rumah malah diajak berantem hebat sama ceweknya. Sad but true.
Kalo si cowok pergi ceweknya bete, kalo diajak juga ceweknya gak enjoy, akhirnya ya gak jadi pergi. Gak pernah pergi.

Kenapa banyak cowok yang dikekang ceweknya sendiri? Karena mereka mengizinkan dirinya dikekang sejak awal pacaran.

Gw gak dikekang cewek gw kok, cuma males aja kalo dia jadi bete.. | Ya, sama aja, cuy. Lu dikekang secara halus. Kalo cewek kamu yang nentuin siapa, kapan, dan bagaimana kamu boleh menghabiskan waktumu, potong titit aja, pake rok gih.
Padahal banyak cowok tiap diatur orang tua, gak mau, pengen mandiri. Giliran diatur cewek, nurut kayak anak anjing. Potret realita cowok zaman sekarang. Sedangkan cewek zaman sekarang jauh lebih keren. Sama orang tua gak mau nurut, sama cowok gak mau nurut. Punya prinsip sendiri.

Cowok mau pergi nongkrong aja gak bisa, gak punya kendali atas waktunya sendiri, terus mau jadi kepala dan pemimpin keluarga? Hadeuh. Cowok Indonesia, gak punya kendali atas dirinya, semua ceweknya yg nentuin, tapi ngayal jadi imam, pemimpin keluarga. Hahaha. Lucunya, cewek ngayal juga pengen punya imam, tapi semuanya dia yang nentuin.
Gini loh ladies, kalo memang kamu mencintai pasanganmu, ketika priamu lagi senang dengan teman2nya, mestinya kamu juga merasa bahagia, karena tugasmu membahagiakan priamu, sedikit terbantu oleh teman-teman priamu.

 

Spread the love..
Happy ied mubarak..

Credit to Kei

Sense of Entitlement

Standard

Apa yang membuat sumbu orang menjadi pendek dan mudah sensian/emosian?

Yap. Adalah SoE atau Sense of Entitlement…

Rasa keberhakan-diri, rasa diri-spesial, rasa wajib-lebih-dilayani/disenangkan, atau apalah terjemahannya, susah di-Indoin yang enak. Jika merasa diri entitled to something, biasanya jadi ekstra rewel/sensi/emosi saat dia tidak mendapat apa yang dia ekspektasikan. Darimana sense of entitlement tercipta? SoE tercipta dari pola asuh, pendidikan, dan juga kebiasaan/pembiasaan dalam keluarga.

Contoh tipikal: kalau sejak kecil terbiasa nyaman/mudah dapetin sesuatu, ya dia jadi gak bisa manajemen emosi saat hidup lagi susahan dikit. Tapi dia gak akan merasa dirinya yg emosional, justru merasa orang-orang di sekelilingnya lah yg sampah, gak kompeten, mempersulit hidupnya. Dia menganggap dirinya LAYAK diberi, dilayani, disenangkan, dipuaskan karena merasa dirinya sudah bayar/berusaha/berkualitas/superior. Selain karena pola asuh, pendidikan dan pembiasaan dari keluarga, sense of entitlement juga bisa muncul karena peningkatan prestasi/kenyamanan hidup. Artinya anak yg gak dibiasakan hidup nyaman/manja sejak kecil pun ketika besar nanti bisa jadi sensian/emosian SETELAH hidupnya lebih enak. Nah karena makin ke depan nanti standar kenyamanan hidup akan relatif meningkat, SEMUA ORANG berpotensi tumbuh menjadi lebih sensian/emosian. Serem kan?

Contoh: Kehadiran taksi berbasis aplikasi.. hidup berasa mudah+enak+murah.. tapi kalo lagi susah dapet, CEPET NYALA api marah/ngomelnya. Contoh lain: Pesan makanan via mobile app atau web.. kalo lagi engine error, atau ribet, atau aneh interface-nya.. CEPET NYALA emosinya. Contoh lain: ada layanan komplain/support via medsos.. ketika dijawab generik, tanpa solusi memuaskan, or agak lama.. CEPET NYALA emosinya. Ada banyak banget contoh sehari-hari radang SoE lain yang sering muncul SETELAH kehidupan jadi lebih enak, nyaman, mudah, membaik. Makin ke depannya, saya perkirakan orang Indonesia akan makin sensi/emosian. Ya karena dipicu peningkatan kadar kenyamanan/kesejahteraan hidup. Tingkat kesensian tinggi sudah terjadi di negara maju kan: dikit-dikit triggered, ngomel, bully, bawel, demo, nuntut, protes, petisi, dsb.

Kalau kamu kenal dekat orang-orang yg (lebih) sukses/nyaman hidupnya, bakal bisa lihat  (lebih) stres, depresi, dan ‘aneh/kacau’ kejiwaannya. Itu karena mereka tiap hari ‘diganggu’ berbagai kejadian dan orang yg mempersulit/mengurangi/menyangkal standar hak yg mereka ekspektasikan. Seiring waktu seluruh emosi itu menggerogoti tubuh, menyabotase pernikahan, memicu adiksi, atau berbagai coping mechanism yang buruk lainnya.

Bicara tentang pernikahan, ah sudahlah.. gak perlu saya sebut lah ya contoh-contoh radang SoE yang sering menjangkiti para suami/istri?

Setelah pacaran/menikah, masing-masing pihak cenderung merasa BERHAK diberi/dilayani sesuatu, sehingga CEPAT NGOMEL NGADAT kalo gak dapetin itu.

A:  “Gue kan udah lakuin X, harusnya dapet Y dong?”

B:  “Masa ABC aja perlu gue bilang sih?”

A:  “Elo sebagai suami/istri, harusnya lakuin Z dong?”

 

A:  “Gue udah jelasin kemarin, mau diulang berapa ratus kali lagi?”

B:  “Gue kurang baik apa lagi sih?”

A:  “Gue dari dulu emang gini, mau loe apa lagi?”

 

Radang SoE dalam hubungan bisa termanifestasikan lewat sikap manja yg merongrong, sampai sikap arogan/besarkepala yg merendahkan. Sejauh umur saya ini, rasanya saya gak pernah menemukan kasus yg TIDAK terkait dengan radang Sense of Entitlement. Serupa dalam ranah lainnya, radang tsb muncul setelah hubungan/kehidupan terasa (lebih) enak, nyaman, terjamin. Padahal pas awal-awal menjalin hubungan sih gak rewel. hehe

Segitu dulu ya gaes..

“Teruslah berusaha secara konsisten menjalin chemistry cinta agar relationship tak terasa hambar”

Special thanks to my friend, Lex

Spread The Love..!!!

MARHABAN YA RAMADAMN

Standard

Tulisan ini untuk mengidupkan malam di bulan penuh rahmat.

gambar-kartun-ramadhan-lucu-2014

“Apabila tiba Ramadamn maka dibukalah pintu surga dan rahmat selebar-lebarnya, ditutup pintu neraka jahanam serapat-rapatnya, dan setan diborgol dengan rantai sedemikian ketatnya”.

Saya tidak begitu peduli bagaimana bunyi tepatnya hadis yang diriwayatkan Asy-Syaikhan dan Muslim itu, tapi yang penting tidaklah jauh dari yang hendak dimaksudkan. Bagi saya rasanya Ramadan adalah bulan kapan saatnya menahan sabar bagi orang sekuler dan liberal. Setidaknya itulah apa yang saya biasa rasakan. Sebab;

1) Diawali dengan SMS, BBM, Chatting, Surel, dan Telepon permintaan maaf dan khotbah moralis. Dari siapapun, teman yang tahunan tidak ketemu, bahkan dari orang yang belum pernah ketemu (pun belum berinteraksi). Mereka minta maaf hanya lantaran mendapatkan kontakku saja, bukan karena dosa.

2) Pagi, tepatnya sangat pagi sekali; Ditelpon saudara, kerabat, teman, bahkan beberapa mantan pacar untuk bangunkan makan sahur, atau sekadar tanya, “Sahur apa pagi ini?”.

3) Khotbah dan artikel di berbagai media yang isinya sama dari dulu sampai sekarang tentang betapa sehatnya berpuasa, lengkap disertai bukti ilmiah.

4) Seiring dengan itu terjadi paradoksal pola mengonsumsi makanan dan minuman. Sirup dan Mie instan di supermarket laris manis. A’ha! Juga ada korma yang naik daun. Ini adalah buah yang paling Islami. Saya membayangkan kalau saja pada waktu itu nabi ketemu kesemek atau kersem.

5) Siang; Susah mencari warung makan mulai terbit fajar hingga terbenamnya matahari. Para penjual makanan bisa saja dirusak warungnya atas nama penghormatan terhadap mereka yang berpuasa. Menutup warung dengan kelambu seperti dulu tak lagi cukup. Bagi yang ngeyel menjadi sah untuk dikenai razia.

6) Malam; Susah mencari celah untuk sekadar lepas dari bising doa sepanjang malam. Saya tidak butuh kecipratan pahala para qori/qoriah Quran yang konon juga diterima bagi pendengarnya-pun.

7) Pagi lagi; Tepatnya sangat pagi sekali; Teriakan “sahuuur.. sahuuur” di sela gemuruh bedug, rebana dan tiang listrik. Saya tidak pernah meminta untuk diingatkan apalagi dibangunkan untuk puasa. Orang beriman adalah mereka yang tegetar hatinya saat nama Allah diseru. Hatikupun bergetar, namun dengan arah resonansi yang berlawanan dari maksud mereka. Hatiku betul bergetar, bahkan berguncang. Sebel campur marah, dsb.

8) Siang lagi; Beberapa karyawan elit manja, seakan kita harus maklum untuk tidak meminta pertanggungjawaban lebih akan sebuah tugas kerja lantaran dia puasa. Office Boy/Girl makin keras bekerja demi mereka yang merasa layak dimanjakan karena ibadahnya.

9) Malam lagi; Tereliminasinya area hura-hura, terpenggalnya kenikmatan watu melepas beban kerja dan mereguk suka. Bar dan cafe buka tak lagi bisa lama. Work Hard, Play Really Hard.

10) Di rumah saja nonton televisi? Semua saluran bermunculan guru, berkhotbah tanpa bantah dengan dakwah yang isinya mentah, mengajak para latah beribadah. Mencari hiburan, yang ketemu sinetron murah, tentang dosa dan siksa neraka. “Artis Sombong, Mayatnya Gosong”, “Kisah Muslimah Taat dan Biduan Sesat”, “Dukun Klenik Mati Mendelik”, dsb…

11) Jalanan dikuasai gerombolan milisi dengan bendera agama. Tanpa helm, memecundangi polisi yang tak bisa apa-apa cuma mengelus dada. Dengan teriakan memuja tuhan, mendamprat pemakai jalan yang tak mau menepi dan tak sejalan.

12) Jalan di gang yang buat umum, bahkan ruas di beberapa jalan protokol Cirebon dirampas fungsinya oleh jamaah yang lagi sembahyang, eh sholat. Yang tentu disertai Khotbah. Kalau Anda nekat melintas, artinya melawan Allah. So, minggir aja, maka hukum positif kita, beserta yang taat hukum, menjadi pecundang di negeri sendiri.

13) Di jalan terpampang; “Hormatilah Orang yang Berpuasa”. Saya mencoba mengais ayat apa dan dari hadist mana yang meminta orang puasa butuh kehormatan. Saya ingat akan wejangan kyai tua di pesantren. Beliau mengajar saya bahwa puasa adalah saatnya kita belajar agar bisa menghormati yang lain, juga menghormati mereka yang tidak menjalankannya.

14) Beberapa tetangga meminta saya merendahkan volume musik classic rock yang tengah saya dengarkan demi mendengarkan adzan yang di bulan ini semakin meninggi volumenya.

15) Di beberapa kota bermunculan dermawan instan, yang entah tajir lantaran apa, sekonyong-konyong menjadi malaikat pembagi rizki. Ulah mereka justru tampak sebagai aksi pamer kekayaan. Kemudian ribuan orang miskin datang berebut pembagian uang. Tanpa kecerdasan mekanisme penyaluran, para dermawan itu tak mampu mengatasi gelombang kaum dluafa. Rusuh, dan akhirnya kita bisa tahu dari media berapa korban nyawa karenanya. Semoga cara ‘mengentas kemiskinan’ ala ulama seperti mereka tak terulang di tiap puasa.

16) Ba’da adzan; Bis, elf, dan angkot tiba-tiba penuh oleh asap rokok. Seperti permakluman kolektif untuk secepatnya membatalkan puasa.

17) Bulan yang sering dipakai sebagai momentum untuk launching produk Undang-undang yang moralis seperti UU Porno, fatwa-fatwa tak jelas suasana keindonesiaannya, dan sebagai bulan baik bagi ajang penyesatan kepercayaan lain, pun pengharaman yang tak perlu.

18) Bulan cuci dosa bagi koruptor dan politisi yang telah memecundangi rakyat. Shariatewash! Bulan yang konon mampu membasuh segala pelanggaran janji politisi dan kekotoran kantong koruptor kembali fitri, untuk kemudian sebelas bulan berikutnya ngembat lagi.

19) Bulan puasa acap diakhiri perdebatan kapan tepatnya pelaksanaan Sembahyang Idul Fitri esok hari. Terserah, tapi lumayan merebut perhatian media. Hanya saja urusan ginian kok lantas jadi urusan pemerintah juga.

Ah, doakan saya bisa melewati bulan ini dengan tenang.

 

Arryandz

Ganti PIN BB sesukamu tanpa ganti BBID

Standard

“Sesungguhnya allah itu maha indah dan menyukai keindahan”
Bagi sebagian orang tentu menginginkan PIN BB yang cantik, bohay, ciamik. Sayangnya demi mendapatkan PIN cantik, pengguna diharuskan merogoh kocek. Namun kali ini saya akan memberikan cara agar anda bisa mengganti PIN BB sesuai kehendak tanpa ganti BBID, GRATIS! Simak pelan-pelan ya..
Syarat:
– Hp sudah di root. (Cara rooting silahkan cari sendiri di google karena beda tipe beda pula cara rootnya)
– Instal aplikasi Root Explorer (Cari juga di google)
– Instal aplikasi Titanium Backup (optional)

Langkahnya:
1) Force Stop (paksa berhenti) aplikasi BBM
2) (optional) Backup BBM via Titanium Backup. Masuk ke file manager, cari semua file yang berawalan com.bbm dan pindahkan ke folder lain terserah. Langkah nomor 2 ini gunanya hanya sekedar jaga-jaga barangkali anda ingin balik ke PIN awal
3) Hapus data BBM
4) Buka Root Explorer, buka folder system, backup file build.prop ke SD Card buat jaga-jaga
5) Kembali ke folder system, tahan file build.prop dan pilih ‘Open in Text Editor’, jika ada pilihan pilih aja YES. Atau anda bisa lihat ke pojok atas, tap sekali Mount R/O menjadi Mount R/W
6) Cari tulisan ‘ro.product.band’ dan ‘ro.product.manufacturer’. Di sebelah teks itu pasti nama merk HP anda. Misalkan HP anda samsung, pasti ada kata samsung setelah ro.product.band dan ro.product.manufacturer
7) Ganti tulisan Samsung menjadi apa saja terserah. Misalkan soni, ipul, caplang, saprol, BEBAS
8) Kalau sudah, SAVE and EXIT
9) Reboot/restart HP anda
10) Buka BBM dan login lagi sesuai email anda biasanya
11) Taraaaaaaaaaa… PIN anda sudah berubah!
12) Kalau PIN BBM-nya belum sesuai selera, ulangi lagi langkahnya. Cukup dari langkah 1-3-5-6-7-8-9-10-11. Di langkah ke-7 bisa ganti merk yang lain bebas, kata apa saja bisa.

Oke, sekian dulu tipsnya. Bagi anda yang merasa borjuis saya sarankan tidak perlu repot-repot mengikuti cara kaum proletar ini. Bantu para pengembangnya ya! Insya allah kalau ada rejeki kami menyusul. Ehehehe

BBM MOD FULL FREE STICKERS

Standard

BBM for Android sudah mengupdate fitur dan tampilan terbarunya. Pasti kalian juga sudah menginstalnya kan? Sayangnya masih banyak sticker yang berbayar. Ehehehe.

Berikut cara simpel agar BBM kita bisa menggunakan banyak sticker tanpa harus merogoh kocek.

1) Backup history chat yang kamu anggap penting

2) Uninstal BBM yang sedang kamu pakai

3) Download aplikasi BBM Clone New Sticker

4) Instal dan Login

5) Jika sudah masuk BBM, download sticker yang kamu inginkan atau semuanya juga boleh di menu shop/toko dan ini sudah gratis

6) Jika sudah, tutup/keluar dari aplikasi BBM-nya

7) Download aplikasi BBM Clone Backup

8) Instal sampai selesai (aplikasi ini akan menimpa BBM yang sebelumnya sudah di instal). Jika ada opsi, pilih ALL atau semua.

9) Jika instalan sudah selesai, bukalah aplikasinya.

10) Jika disuruh login, login aja seperti biasa. Tapi jika otomatis sudah login ya syukur.

11) Taraaaaa….sticker sudah terdownload dan siap untuk digeboy-geboy mujair nang..ning..nung..

My XDA account: refazta90

Thanks to:

– Android Mod Indonesia

– RR

Menjual Kematian

Standard

Bagi umat muslim yang sedang melaksanakan ibadah puasa, met berpuasa ya!

Sebenernya saya malas menulis di bulan puasa begini. Berhubung jari saya gatal karena kemarin sempat membaca sebuah artikel bit.ly/1GesZTh  dari situs midotcom tentang ateis, di sini saya sedikit menanggapi bahwa artikel tersebut masih mempunyai kesalahan fatal memandang ateis, so saya membuat anda membaca tulisan sampah ini deh. Ehehe.

Menurut saya, dalam artikel tersebut sayangnya masih memakai argumen “naik pesawat kalau jatuh…” alias fear mongering. Tentang ilustrasi pesawat jatuh untuk ateis itu masih Appeal to Emotion. Argumen yang sama untuk menakuti anak-anak kecil biar tidak nakal biar dapat hadiah di akhir tahun dari sinterklas. Atau seperti argumen George Bush untuk menyerang Irak pasca 9-11 karena “they hate our freedom so we gotta attack first.. WMD, WMD, WMD!” Ketakutan itu bisa fabricated, bisa menjadi natural. Orang yang sedang sadar di ambang kematian ya wajar kalau merasa takut. Dalam kasus perang Irak atau mitos sinterklas tidak membagi hadiah buat anak yang bandel, jelas ketakutan tersebut fabricated. Tapi terlepas apakah itu natural atau fabricated, ketakutan itu sendiri umumnya bukan argumen kuat. Kalau saya ditanya kenapa takut mati, ya alasannya banyak. Karena tidak bisa bertemu keluarga, pasangan, dan teman-teman misalnya. Ada juga yang takut mati karena merasa tujuan hidupnya belum terpenuhi. Misalnya belum nikah, belum punya anak, dll. Dan saya kira itu wajar. Karena mati itu irreversible, tidak bisa dibalik lagi. Ini yang menjadi ultimate fear peradaban dari dulu, sehingga agama seakan menjadi jawaban.

Dulu waktu saya masih beragama, ada kepuasan tersendiri jika berargumen dengan ateis, terutama tentang kematian. Setelah menjadi ateis, justru membuat saya berpikir betapa sempitnya paradigma saya waktu itu. Konsep neraka di mata ateis mirip seperti mitos sinterklas tadi. Camkan ini: ketakutan akan kematian bukanlah bukti bahwa tuhan itu eksis. Apakah anak-anak kecil di Amerika dapat hadiah di akhir tahun? iya. Apakah 9-11 dan perang Irak itu nyata?  iya. Tetapi eksisnya itu semua bukan berarti sinterklas eksis. Bukan pula berarti wmd (weapon of mass destruction) eksis. Kalau argumen fear mongering seperti itu sudah patah, biasanya lari ke argumen pascal wager. Memainkan untung dan rugi: “Sudah lah percaya saja sama tuhan sudah mau mati juga. Kalau pun tidak ada tuhan toh kamu tidak rugi.

Kepercayaan tidak bisa dipaksakan gaes. Kadang saya berpikir, berarti saat mau mati jadi bermain licik-licikan sama tuhan. Masa tuhan yang katanya maha tahu bisa dilicikin? Apakah karena saya ingin untung, saya (pura-pura) percaya tuhan ada supaya tidak masuk neraka karena di ambang kematian? Bukankah karakter asli manusia timbul ketika dia dalam keadaan sejahtera? Bukan di mana dia lagi susah atau saat akan mati? Apakah si maha tahu tidak tahu manusia yang paling licik dan sadis pun bisa meminta ampun supaya tidak dihukum? Kalau si maha tahu (jika benar eksis) ternyata bisa dilicikin, buat apa saya mengiba ke dia pas akan mati? apakah masih layak disebut maha tahu?

Seperti para pedagang obat, agama memang menggunakan kematian untuk menjual doktrin mereka. Lihatlah berapa banyak yang menawarkan obat dan terapi untuk penyakit-penyakit terminal yang belum ada obatnya seperti Aids, Kanker, dll. Tapi kenapa kematian harus diperlakukan sama, sehingga harus ditawarkan “obat” alternatif (baca: surga) supaya tidak mati selamanya? Kenapa tidak diperlakukan sebagai bagian dari proses hidup, ada kelahiran, ada kematian sehingga bisa lebih “nerimo”.

Itulah paradigma saya tentang kematian. Kematian merupakan bagian dari hidup. Dan hidup ini hanya sekali. Tak perlu diiming-imingi, diperpanjang menjadi selamanya. Sekarang menjadi ateis saya malah jauh lebih bisa menerima. Tak ada penyesalan. Tidak bermimpi mengawang-awang dan tidak ada nightmare juga tentang neraka.

Coba anda renungkan, kenapa agama selalu menggunakan kematian untuk mengancam? Apakah anda menyembah dewa kematian seperti agama-agama politeis? Apakah dewa anda tidak berkuasa di hidup seorang manusia, sehingga harus menunggu si manusia itu mati dulu baru bisa dihukum? Itulah alasan paling kuat kenapa saya ateis. Agama-agama dan konsep tuhan mereka selalu bermain di lorong gelap. Karena gelap atau ketidaktahuan mereka bisa mengklaim apa saja. Penyakit kusta lah, mandul lah, gempa bumi, kematian, dll. Jaman sekarang orang sudah tahu kenapa manusia bisa terkena kusta, mandul, dan kenapa miskin. Dijawab “karena azhab” hanya menjadi bahan tertawaan. Kartu kuncian agama yah? tinggal main di kematian karena masih menjadi misteri. Apakah manusia bisa tidak mati? bisa jadi. Kalau ini terjadi, apalagi yang akan digunakan agama untuk menjual tuhan mereka? Mungkin akan menjadi relic, seperti halnya agama-agama terdahulu. Huhuhu

Ketika Agama Memerkosa Budaya

Standard

Tahukah Anda? Sekarang sebagian kaum beragama sudah ada yang menganggap kisah adam itu sebagai metafora. Saya sih tidak heran kalau 100 atau 500 tahun lagi mayoritas manusia akan menganggap kisah manusia terbuat dari lempung tanah liat sebagai mitologi. Tetapi, karena doktrin kepercayaan tentang isi kitab suci itu tidak pernah salah, akhirnya ketika bentrok terhadap sains pun tetap benar, walaupun itu menjadi metafor.

Apakah kebudayaan itu penting? Jelas penting. We define ourselves with our culture. Our Society is ordered through culture. Tapi seberapa penting? Bagi saya, itu sejauh sampai manusia merasakan manfaat dan kebenarannya. Dulu saya pernah cerita detail di artikel sebelumnya, bagaimana penyebaran agama melalui peperangan, perkawinan, dan pemaksaan. Pemaksaan itu mulai dari yang subtle, misalnya melabeli orang lain kafir. Sampai ke yang terang-terangan seperti hukum pancung, atau tidak diakui keluarga. Seiring perkembangan jaman,  metode ini perlahan berubah. Orang tidak bisa lagi dihukum karena pindah agama atau tidak percaya. Bahkan label-label seperti kafir atau murtad hanya dijadikan bahan bercandaan. Salah satu faktornya, karena sifat punitifnya sudah hilang di masyarakat heterogen seperti sekarang.

Cara-cara dulu yang efektif dan sekarang sudah tidak relevan, itu adalah tanda bahwa budaya manusia perlahan juga sudah berubah. Pemuka-pemuka agama yang sadar soal shifting ini biasanya memilih 2 alternatif. Alternatif yang pertama, dibuat semakin ketat (konservatif). Atau alternatif kedua, dibuat semakin moderat. Yang semakin ketat biasanya semakin galak. Hal-hal seperti bir, prostitusi, semakin kencang dikecam. Padahal anomali terhadap data atau realita di masyarakat. Misalnya mengenai miras, kenyataannya bahwa kecanduan miras jaman sekarang tidak separah di jaman dahulu. Tapi anehnya justru semakin dikecam. Atau mengenai prostitusi, pacaran jaman sekarang sudah biasa melibatkan seks. Pacaran membuat bisnis prostitusi semakin muram. Anehnya justru semakin dikecam. Bagi saya, kecaman-kecaman seperti itu ibarat cacing yang terbakar menggelepar hebat sebelum mati. Karena eksistensinya semakin tidak relevan, akhirnya semakin galak. Tetap memaksakan diri jadi bagian dari instrumen budaya.

Di sisi lain, yang moderat sadar tidak bisa menggunakan cara-cara lama. Yes, harus beradaptasi. Misalnya jargon “bukan islam marah, tapi islam ramah”. Ada juga yang memberi hadiah mobil untuk yang rajin sholat berjamaah. Atau memberi hadiah umroh untuk pemenang kuis. Tidak bisa menyatroni rumah-rumah memaksa orang sholat atau polisi moral setiap hari jumat. Yang diterapkan di Aceh pun dikritik bahkan oleh kaum muslim sendiri. Mencoba menerapkan undang-undang syariat tentang ibadah, sampai pakaian orang. Lucunya, kasus pelecehan seksual tertinggi justru dipegang Aceh.

Lupakan Aceh, makan rambutannya saja. Sekarang kita tengok dunia perfilman yuk. Perfilman dunia tidak lepas dan tidak sedikit yang menyantap mitologi Yunani. Akankah agama-agama menjadi the next tema mitologi dalam produksinya? Sudah mulai kok. Jangan jauh-jauh ke Hollywood, lihat tuh Bollywood memproduksi film berjudul “PK”. Sudah pada nonton kan? Kaget juga sih film bertema kritik agama seperti itu bisa datang dari India. Bahkan jumlah penontonnya juga banyak. Yang bisa dilakukan kaum agama terutama yang fundies mungkin hanya bisa memaksa penguasa untuk melarang film-film bertema seperti itu. Mencoba menggunakan cara-cara lama yang dulu efektif dilakukan kaum mereka, main paksa dan main larang.  Di negeri ini, tema film masih soal pacaran beda agama saja sudah dianggap terlalu liberal. Haha. Menjaga umat dari noda sepilis (sekuler-plural-liberalis), seperti orang tua yang takut anaknya mati ditabrak mobil. Yes, over protective. Main larang, main paksa. Sekalian saja si “anak” dipasung di rumah. Tidak perlu keluar rumah kalau takut kenapa-kenapa. Dijamin aman.

Ironisnya, berkampanye tentang menjaga kemurnian agama justru menggunakan media sosial seperti  Twitter atau Facebook. Padahalkan keduanya produk liberal. Coba Anda bayangkan kalau sosial media dikelola oleh kaum fundies. Pas jam-jam sholat langsung dikunci. Tidak boleh ada yang posting. Atau ada warning dari Facebook “Abdul, you aren’t allowed to see pictures of half naked women.” Dan si Abdul menggerutu “but i’m 40 years old!” . Terus ada lagi aturan, kalau cewek hendak upload foto/audio/video otomatis error. Ada opsi privacy setting, yang bisa melihat hanya suaminya.

And yu dilarang poke ai, bikaus ai and yu bukan muhrim.

Sekian dan Terima Transferan

Arryandz